Navigation

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label kisah inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah inspirasi. Tampilkan semua postingan

Hidup adalah anugerah

Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar
Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu
Ingatlahakan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu
Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu
Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga.

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu
Ingatlah akan seseorang yang begitu mengaharapkan
kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.

Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor
dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai
Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.

Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh
Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu
Ingatlah akan para penganguran,
orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain
Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa
dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu
Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan
karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu.


:: Anonymous
Share:

Bintang Laut


Ketika fajar menyingsing, seorang lelaki tua berjalan-jalan di pinggir pantai sambil menikmati angin laut yang segar menerpa bibir pantai. Di kejauhan dilihatnya seorang anak sedang memungut bintang laut dan melemparkannya kembali ke dalam air. Setelah mendekati anak itu, lelaki tua itu bertanya heran;

'Mengapa engkau mengumpulkan dan melemparkan kembali bintang laut itu ke dalam air?'. Tanyanya.

'Karena bila dibiarkan hingga matahari pagi datang menyengat, bintang laut yang terdampar itu akan segera mati kekeringan.' Jawab si kecil itu.

'Tapi pantai ini luas dan bermil-mil panjangnya.' Kata lelaki tua itu sambil menunjukkan jarinya yang mulai keriput ke arah pantai pasir yang luas itu. 'Lagi pula ada jutaan bintang laut yang terdampar. Aku ragu apakah usahamu itu sungguh mempunyai arti yang besar.' Lanjutnya penuh ragu.

Anak itu lama memandang bintang laut yang ada di tangannya tanpa berkata sepatahpun. Lalu dengan perlahan ia melemparkannya ke dalam laut agar selamat dan hidup.

'Saya yakin usahaku sungguh memiliki arti yang besar sekurang-kurangnya bagi yang satu ini.' Kata si kecil itu.

-------------
Kita sering mendambakan untuk melakukan sesuatu yang besar, namun sering kali kita lupa bahwa yang besar itu sering dimulai dengan sesuatu yang kecil.



:: Anonymous
Share:

BEBAN SEBUAH DOSA

Seorang pendeta berdiri di pinggir jalan di dekat sebuah halte bus.
Tak henti-hentinya ia berteriak: “Siapa yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, maka ia akan diselamatkan.” Ia juga meneriakan agar semua manusia bertobat dan tak berbuat dosa.

Tiba-tiba seorang anak muda datang dan berdiri di depannya lalu bertanya; “Bapak pendeta; Anda mengatakan bahwa semua manusia adalah orang-orang berdosa tanpa terkecuali. Membawa serta dosa dalam diri sendiri sama dengan memikul sebuah beban yang amat berat. Namun saya tak pernah merasakannya sedikitpun. Katakanlah padaku, berapa berat sebuah dosa itu??? Lima kilo? Sepuluh kilo? Atau seratus kilo?”

Sang pendeta memperhatikan anak muda tersebut dengan seksama lalu balik bertanya; “Bila kita meletakan 500 kilo beban ke atas mayat, apakah mayat tersebut akan merasa bahwa beban yang dipikulnya itu berat?” Dengan cepat dan pasti anak muda tersebut menjawab; “Tentu saja tidak!! Ia pasti tidak merasa berat karena ia telah mati.”

Sang pendeta mengagumi anak muda tersebut. Sambil tersenyum ia menjawab; “Hal yang sama terjadi pada kita. Kita tentu tak merasa bahwa beban dosa yang kita pikul itu berat. Karena pada saat kita berada dalam dosa, saat itulah kita sebetulnya telah mati.”

Bila anda masih mampu merasa sakit berhadapan dengan dosa-dosa yang anda perbuat, maka bersyukurlah karena Roh Kudus sedang bekerja dalam diri anda untuk mengingatkan anda untuk tak berbuat dosa lagi. Namun bila suatu saat anda tak merasa bersalah sedikitpun saat berbuat dosa, maka saat itu sebetulnya anda telah mati.

“Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.”
(1 Yohanes 3: 6)


:: Anonymous
Share:

Kisah Sebuah Biola

Sebuah keluarga yang kaya raya, memesan sebuah biola dari seorang pembuat bahkan pemain biola terbaik dikota itu. Biola itu dipesan khusus untuk anak laki-lakinya yang sangat temperamental, dengan harapan musik dapat merubah anak itu.

Biola itu sangat indah, pembuatnya memilih kayu terbaik yang didapat dari negeri yang jauh, dibentuk, dihaluskan,dipoles selama beberapa waktu hingga mengkilap, di bagian kepala diukir dengan teknik seni yang tinggi, hingga biola itu merupakan biola terbaik yang pernah dibuat olehnya. Semua orang yang
melihatnya apalagi menyentuhnya pasti akan terkagum-kagum dengan karyanya.

Segera biola itu ditangan sang anak. Guru yang didatangkan khusus oleh orangtuanya tak mampu berbuat banyak untuk membuat anak itu bisa bermain dengan benar. Tak lama kemudian, biola yang sangat indah itu hanya teronggok di sudut gudang yang gelap, berdebu dan sangat kotor itu.

Tahun demi tahun segera berlalu, tak terasa anak laki-laki tadi sudah dewasa, menikah kemudian memutuskan untuk pindah mengikuti orang tuanya yang telah lebih dulu meninggalkan kota itu. Segera juru lelang mempersiapkan semua barang-barang yang ada di dalam rumah itu untuk acara lelang yang akan diadakan.

Ketika satu demi satu barang diangkut ke pelelangan, tinggallah sebuah biola yang kusam, kotor tak terawat, dengan tali-tali senar yang sudah tidak lengkap lagi. Juru taksir lelang tidak mau membawa biola tersebut karena pasti tidak akan ada harganya di pelelangan, namun karena masih ada tempat kosong dibagasi, maka jadilah biola itu dibawa juga.

Satu demi satu barang yang ada laris terjual, mulai dari meja, kursi, jam dinding, lampu hias, lukisan, lemari, berbagai hiasan, keramik, alat-alat dapur hingga ke berbagai jenis kendaraan antik sampai yang terbaru dilelang. Maklum, keluarga ini memiliki barang-barang terbaik dan berkelas, sehingga setiap barang yang dibelinya pasti akan diincar juga oleh para kolektor lainnya.

Setelah semua barang terjual, tinggallah sebuah biola yang rusak tadi. Melihat barang yang tersisa cuma biola tak berharga, maka satu demi satu peserta meninggalkan ruangan. Dengan ragu-ragu, panitia lelang mengumumkan harga pembukaan, 10 dollar. Tidak ada respon, berbeda dengan barang yang lain, ketika ditawarkan maka harga akan naik. Tetapi karena tidak ada peminatnya, maka biola ini ditawarkan dengan harga makin rendah. 8dollar. 5dollar. Hingga akhirnya 1dollar, sebuah harga yang tanpa harga. Semua tidak mempedulikan lagi barang itu, mereka sibuk untuk bersiap pulang.

Tiba-tiba seorang pria tua berjalan dari antara peserta, tanpa perintah dan tanpa pemberitahuan sebelumnya, dia naik keatas panggung, mengambil biola yang tidak ada harganya itu, mengeluarkan saputangan dari kantongnya dan mulai membersihkan biola itu. Dia mengelap biola itu dari ujung ke ujung, hingga warna asli dari biola itu keluar. Biola itu sangat mengkilap. Kemudian dia memasangkan kembali senar-senarnya yang sudah tak terpasang, kemudian dia mengeluarkan sebuah dawai dari pinggangnya dan mulai menggesek-gesekkannya pada senar sambil menyesuaikan nada-nadanya.

Mendadak semua orang yang hendak pulang terpaku, melihat tingkah aneh pria tua itu. Ketika akhirnya pria tua itu memainkan sebuah lagu, semua orang yang mendengarnya terdiam, ternganga mulutnya, terhanyut menyaksikan sebuah pertunjukkan seni tingkat tinggi. Orang-orang yang tadinya ada diluar kembali memasuki ruangan untuk mendengarkan suara yang sangat indah, bahkan seumur hidup mereka belum pernah mendengar suara seindah itu, yang keluar dari sebuah biola yang diabaikan sebelumnya. Ternyata pria tua itu adalah pembuat dari biola itu sendiri, sehingga ia tahu bagaimana membuat biola itu menjadi berharga.

Melihat situasi yang begitu mengharu biru,panitia lelang langsung mengoreksi harga yang tadi sempat diangka 1dollar. Tidak tanggung-tanggung, ketua lelang membuka harga 100dollar, 400dollar, 1.000dollar, 10.000dollar hingga akhirnya biola itu menjadi barang termahal yang berhasil dijual pada acara lelang yang sangat dramatis itu, mengalahkan harga mobil paling mahal yang ada disitu.

Guys, apakah anda merasa tidak berharga? Diabaikan? Dicampakkan? Hanya sebagai sampah yang tidak ada artinya? Datanglah kepada Pembuat anda, Penciptamu, maka Ia akan membersihkanmu, memoles hidupmu dan memperbaiki setiap kekuranganmu, hingga akhirnya engkau akan menjadi harta yang terindah yang pernah diciptakan-Nya.


:: Anonymous
Share:

Facebook

Diberdayakan oleh Blogger.

Cari Blog Ini

Tags

Friendship (6) kisah inspirasi (4) Love (1) Stories From Heaven (9)

Categories

Sponsors

LightBlog

About Me

Adbox

Sponsor

ads

Popular

LATEST POSTS

Labels

Recent Posts

LightBlog

Featured Post

Warta, 5 Maret 2017

  1. RENOVASI GEDUNG GEREJA PEPANTHAN SEMBORO   Kami informasikan bahwa gedung gereja pepanthan Sem...

Unordered List

Pages

Theme Support

About Me
Munere veritus fierent cu sed, congue altera mea te, ex clita eripuit evertitur duo. Legendos tractatos honestatis ad mel. Legendos tractatos honestatis ad mel. , click here →